LOADING

Type to search

News

Kemenpora: Akreditasi BSANK Diharap Membuat Organisasi Olahraga Kian Profesional

JAKARTA, iNews.id – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berharap pemberian sertifikat akreditasi dari Badan Standardisasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan (BSANK) membuat organisasi olahraga semakin profesional. Sebanyak enam organisasi olahraga menerima akreditasi BSANK di Gedung Wisma Kemenpora, Senin (24/6/2019).

Keenam organisasi itu adalah Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI), Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI), Persatuan Angkat Besi/Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABBSI), PB Muaythai Indonesia, dan Persatuan BMX Indonesia.

Keenam organisasi itu, menyusul Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Persatuan Olahraga Selam Indonesia (POSSI), dan Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI) yang sudah menerima sertifikasi sejak 2017. Plt Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora Yuni Poerwanti berharap akreditasi itu memberikan motivasi agar lebih berprestasi.

“Melalui akreditasi ini, kami ingin organisasi menjadi lebih visioner yang selanjutnya punya minat kuat untuk meningkatkan profesionalisme terhadap organisasi dan olahraga yang dibawahi,” kata Yuni kepada iNews.id.

Sejauh ini, proses pemberian akreditasi masih dilakukan dengan cara BSANK mendatangi organisasi cabang olahraga, serta belum mewajibkan mereka untuk melakukan akreditasi. Namun, Yuni memastikan ke depannya akreditasi organisasi cabang olahraga akan diwajibkan.

“Harusnya wajib. Tapi, untuk sekarang belum bisa karena ketersediaan sumber daya baik tenaga, dana, dan lainnya yang memang masih ada keterbatasan,” tutur Yuni.

Terkait akreditasi BSANK, Kemenpora berperan sebagai mediator. Mereka memberikan indikator dan aspek apa saja yang perlu dinilai untuk mendapatkan akreditasi tersebut.

Like, Follow & Share