LOADING

Type to search

News

Ismail Kadir Raih Perunggu dari Nomor Bola 10 Tunggal

MANILA – Debut gemilang pebiliar muda Indonesia, Ismail Kadir di kancah SEA Games 2019 terhenti di babak semi final setelah dikalahkan pebiliar senior dari Vietnam, Do The Kien dengan skor 9-3, di Hotel Tent Manila, Minggu (8/12/2019) malam. Do The Kien adalah peraih perunggu pada SEA Games 2011.

Meski gagal ke final, namun dipastikan pebiliar kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan ini menjadi penyumbang medali pertama dari cabang olahraga biliar dalam SEA Games 2019.

Medali perunggu tersebut dipastikan setelah secara mengejutkan Ismail menumbangkan juara dunia 2017 dari Filipina, Carlo Biado pada babak 8 besar dengan skor telak 9-2.

Mental Baja

Sebagai debutan di kancah SEA Games 2019, prestasi Ismail menembus babak semifinal patut mendapat acungan jempol. Pebiliar berusia 23 tahun ini memiliki mental baja dan tak kenal takut menghadapi lawan-lawan yang tangguh dan berpengalaman seperti Carlo Biado yang menempati peringkat empat dunia 2019 dan Do The Kien di babak semifinal.

Mendapat giliran pertama untuk melakukan break, Ismail memperlihatkan permainan yang baik. Unggul 1-0 atas Do The Kien.

Do The Kien menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di game kedua. Do berhasil menambah keunggulan menjadi 2-1 setelah mematahkan break Ismail di game ketiga. Ismail mencoba untuk menghadang pebiliar Vietnam kawakan ini di game keempat, tetapi sayangnya Ismail jarang sekali mendapatkan posisi ideal untuk mengembangkan permainan. Game keempat dimenangkan oleh Do dan memperlebar keunggulannya menjadi 3-1. Do semakin percaya diri. Pukulan-pukulannya selalu akurat dan berhasil mengendalikan bola putih dengan baik. Bahkan pada game ke delapan Do berhasil melakukan one cue atau menyelesaikan pertandingan tanpa sekalipun missed sejak melakukan break. Skor 7-1 untuk keunggulan Do.

Di game kesembilan Do berhasil memanfaatkan break Ismail yang tidak berjalan mulus. Meski berhasil memasukkan bola, namun posisi bola putihnya dengan bola 1 cukup menyulitkan. Ismail mencoba bermain safety dengan menempatkan bola 1 ke ujung meja. Tetapi sayangnya karena pukulannya terlalu kencang, posisi bola 1 justru terbuka dan menguntungkan Do. Game ke-9 juga dimenangkan oleh Do. Dia semakin memperbesar keunggulan menjadi 8-1.

Tertinggal poin sangat jauh tak melemahkan semangat juang Ismail. Dia masih sempat mencuri dua kemenangan pada game ke-10 dan ke-11 untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 3-8. Namun sayang, Ismail gagal memanfaatkan peluang di game ke-12. Usahanya untuk memasukkan bola 3 kandas, bola berhenti di bibir lubang. Do dengan teknik prima langsung menyudahi permainan dengan memasukkan bola 3 hingga bola 10 yang menjadi penentu kemenangan. Skor 9-3 untuk kemenangan Do.

Walau gagal memenangkan pertandingan dan menembus babak final namun Ismail mendapat pujian dari Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari dan perwakilan KONI Pusat yang menyaksikan langsung jalannya pertandingan.

Ewako! Ismail. Tidak apa-apa, tetap semangat,” ujar Okto menyemangati sambil menjabat tangan Ismail.

Ismail mengakui kalau lawannya bermain sangat bagus.

“Hari saya kesulitan mengembangkan permainan. Karena break saya tidak berjalan sesuai harapan. Tetapi harus saya akui Do bermain super prima hari ini,” kata Ismail.

Like, Follow & Share