LOADING

Type to search

Kompetisi News

Xing Jue Open, Ajang Pembinaan Atlet Biliar Tanah Air

POBSI.org – POBSI Jawa Tengah menggelar Xing Jue Open. Turnamen internasional cabang bola 9 tersebut dihelat di Merdeka Pool & Lounge Pekalongan, 24-29 Februari 2020. Sejumlah atlet nasional dan mancanegara saling bertarung memperebutkan hadiah total 500 juta rupiah.

Pada hari pertama, sebanyak 86 atlet dari Indonesia, Filipina dan Singapura menunjukkan performa terbaiknya. Melalui kompetisi yang sengit, 16 peserta di antaranya berhasil lolos seleksi dan terbagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama yakni Handicap 4, 5 (pemula). Sedangkan kelompok kedua yaitu Handicap 6, 7, 8, 9.

Sederet jawara biliar mancanegara pun masuk dalam deretan kelompok kedua, seperti Roland Garcia (Filipina), Jundel Mazon (Filipina) dan Aloysius Yapp (Singapura).

Ya, keunikan pada Xing Jue Open ini adalah sistem pertandingan antar handicap (level kemampuan atlet). “Handicap (HC) yang diberikan memperlihatkan jumlah kemenangan yang harus diraih. Contohnya HC 4, berarti mencari 4 kemenangan. Sistem HC ini membuat semua peserta dengan kelas yang berbeda-beda memiliki peluang yang sama untuk menang. Kita lihat HC paling tinggi kelasnya adalah HC 9, paling rendah adalah HC 4,” papar Wakil Ketua Binpres PB POBSI Achmad Fadil Nasution, Selasa (25/2/2020).

Dalam keterangannya, Sekjen PB POBSI Robby Suarly menjelaskan bahwa sistem handicap Xing Jue Open memberi kesempatan setiap level atlet untuk jadi juara. “Pada sisi pembinaan, kita tidak sekadar membuka kompetisi, tetapi juga menjadi edukasi. Artinya, setiap atlet kelas mana saja bisa bertarung. Ini menarik minat dan kemeriahan. Untuk pertandingan sekelas handicap, turnamen ini hadiahnya sangat besar yaitu mencapai Rp500 juta. Atlet luar pun sangat antusias, seperti dari Singapura dan Filipina. Setiap harinya ada 80-an atlet bersaing. Pebiliar ekspatriat Korea pun akan ikut di hari ketiga,” tuturnya.

Sebagai informasi, Xing Jue Open berlangsung melalui rangkaian dua babak. Babak pertama yakni penyisihan (24-27 Februari 2020) menggunakan sistem double elimination.

Dalam sistem double elimination, setiap atlet yang kalah tidak otomatis gugur. Nantinya, atlet yang kalah di babak penyisihan akan menghadapi atlet yang kalah lainnya pada babak utama. Dengan demikian, semua atlet berkesempatan untuk menjadi juara.

Sedangkan pada babak utama (28-29 Februari 2020), turnamen menggunakan sistem gugur. Final dipastikan akan diikuti satu atlet pemenang grup HC pemula (4, 5) melawan satu atlet pemenang grup HC atas (6, 7, 8, 9).

Like, Follow & Share