LOADING

Type to search

News

PPKM Darurat, POBSI Jawa Tengah Tunda Turnamen Biliar

Menyikapi keputusan pemerintah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sejak 3 Juli 2021 hingga 20 Juli 2021, Pengurus Provinsi POBSI Jawa Tengah menunda pelaksanaan 9 Ball Women’s Open Tournament yang semula dijadwalkan berlangsung pada awal Juli ini.

Ketua Umum Pengprov POBSI Jateng, Willyanto mengatakan, pertandingan yang direncanakan berlangsung pada 14 Juli hingga 22 Juli 2021 ditunda sampai dengan setelah berakhirnya PPKM Darurat yang memang mengharuskan lokasi biliar ditutup hingga 20 Juli 2021.

Turnamen biliar akan diselenggarakan pada 11 Agustus hingga 14 Agustus 2021 untuk nomor single putri dan 16 Agustus hingga 19 Agustus 2021 untuk nomor ganda campuran.

“Selain ke 2 nomor tersebut, terjadi pula penundaan nomor snooker six red, cuma belum ditentukan waktunya, mengingat padatnya acara turnamen pada bulan Agustus 2021 ini. Banyak lokasi biliar di seluruh Indonesia yang akan menyelenggarakan turnamen karena diyakini akan ramai peserta karena akan dijadikan uji coba atlet seluruh Indonesia dalam mempersiapkan teamnya uuntuk berlaga di PON XX di Papua Oktober mendatang” kata Willyanto.

Willyanto mengatakan, tidak ada alasan lain selain karena perkembangan kasus pandemi covid-19, sehingga penundaan turnamen ini diharapkan dapat membantu program pemerintah dan agar Indonesia bisa segera keluar dari pandemi ini. Dengan demikian, nantinya kondisi bisa lebih memungkinkan untuk menggelar pertandingan biliar yang sesungguhnya memang dibutuhkan dan tepat waktu untuk dilaksanakan sebelum PON XX di Papua.

Menurut Willyanto, POBSI Jateng menghadapi masalah yang sama dengan hamper seluruh pengprov lain khususnya yang berada di Jawa dan Bali karena tidak memiliki tempat pemusatan latihan daerah.

“Kami tidak memiliki Puslatda seperti DKI dan tempat berlatih para atlet Jateng di lokasi biliar umum dalam hal ini Merdeka Pool & Lounge di Pekalongan. Dengan adanya larangan beroperasional Merdeka pada saat ini, maka terpaksa para atlet hanya bisa latihan fisik dan itupun dilakukan di rumah masing-masing. Tidak banyak yang bisa kami lakukan dlm kondisi force majeure seperti ini.”

Pandemi covid-19 memang menjadi tantangan tersendiri bagi para atlet biliar dan hampir seluruh cabang olahraga, karena kegiatan latihan dan pertandingan terhenti hampir dua tahun ini. Padahal untuk menjaga dan meningkatkan prestasi atlet, latihan dan pertandingan merupakan kebutuhan utama.

Like, Follow & Share