Silvia Lu, Merajut Mimpi Jadi Juara Dunia

Silvia Lu, Merajut Mimpi Jadi Juara Dunia

Terms & Conditions

  • 16 November, 2021

Salah satu atlet dari cabang olahraga biliar, Silviana Lu bukan cuma pandai mencuri perhatian dengan paras namun juga prestasinya. Ia adalah atlet langganan peraih medali, andalan Indonesia.

Ia kini memperkuat tim biliar Papua setelah direkrut dari Kalimantan Barat, Pontianak. Pebiliar berusia 23 tahun ini merupakan pebiliar Pelatnas yang pernah mempersembahkan medali perunggu bagi Indonesia di ajang SEA Games Filipina, tahun 2019 lalu. 

"Saya memilih memperkuat Papua karena tak hanya ingin mencapai prestasi di PON saja, tetapi saya juga ingin beranjak ke kejuaraan internasional, dan Papua menyanggupi saya untuk menjalani try out ke luar negeri," ujar Aina, sapaan akrabnya kepada Pobsi.


Emas untuk Papua

Meski baru pertama kali bergabung dengan Papua, ia langsung mempersembahkan medali emas. Silviana butuh perjuangan berat untuk menaklukkan Pebiliar Jawa Barat Annita Kanjaya di partai final 10 ball single putri di Venue Billiar Timika, Papua.

Keduanya saling berebut skor. Ia bercerita, penonton yang memenuhi Gedung Biliar Timika juga dibuat tegang saat skor 6-6. Keduanya bersaing ketat mengakhiri pertandingan dengan kemenangan.

Keberuntungan berpihak pada Aina, karena terlebih dahulu menurunkan bola 10 dan dinyatakan sebagai pemenang. Skor berakhir 7-6 dengan kemenangan Silviana Lu.

Setelah berhasil memasukkan bola kunci, Silviana langsung melompat kegirangan. Tangisnya memecah keharuan, apalagi saat bertanding keluarganya ikut menyaksikan secara langsung.

Hasrat atlet biliar tuan rumah untuk meraih medali emas tidak berhenti dengan satu keping, namun Silviana juga ingin meraih prestasi di tingkat yang lebih besar seperti SEA Games dan kejuaraan dunia. 


Biliar adalah Passion

Dibekali pengalaman serta teknik dari kiprahnya menggeluti olahraga billiard sejak usia dini, saat itu Silviana masih duduk di bangku kelas empat SD.

"Saya anak pertama dari 4 bersaudara. Hobi saya olahraga, tentu saja biliar, badminton, renang. Saya senang olahraga dari mama," kata dia.

Ia mengenal olahraga biliar dari pamannya dari pihak ibu sejak masih berusia kanak-kanak. Pamannya,  Leo Kamarudin adalah atlet biliar  yang cukup berprestasi di masanya. Silviana  mengenal biliar sejak berusia 2 tahun dan mulai menekuni permainan ini sejak kelas 4 SD.

"Saya belajar biliar sejak kecil, saat usia 10 tahun, diajarin sama paman," ujar Aina. Buah ketekunannya, segudang pengalaman dan prestasi diraih, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam karirnya di Cabor biliar, Silviana pun harus meninggalkan bangku kuliah dengan memilih lebih fokus menjadi atlet bola sodok.

"Event biliar yang saya ikuti pertama kali di kelas 6 SD,  kejuaran tingkat Provinsi. Di  sana saya mendapat medali perunggu. Dan dari sana saya diberangkatkan untuk  mengikuti Kejuaraan Nasional pada saat saya kelas 1 SMP," kata Aina.

Sejak saat itu hingga saat ini ia pun tak pernah lagi berhenti bermain biliar dan merajut mimpi untuk menjadi juara dunia. 

 "Cita cita saya ingin menjadi juara dunia," ujar dia dengan yakin.


Profil:

Nama Lengkap: Silviana

Nama Panggilan: Aina

Kelahiran: 29 September 1998

Nama Orang tua:

Ayah: Lu Tjie Nen

Ibu: Lenitie

Riwayat Pendidikan:

SD Bruder Melati Pontianak

SMP Bruder Pontianak

SMA Paulus Pontianak


Prestasi:

- Medali Perak di double woman Prapon 2011

- Medali perak di double mix 10 ball PON 2012

- Medali perunggu, double woman 9 ball PON 2012

- Juara 1 Festival Spor Singkawang

- 3 medali emas dan 1 perak Porprov Kalbar 2013

- 16 besar world team championship (Beijing, China)

- 2 medali emas PON 2016 Jabar

- 1 medali emas PON 2020 Papua

Silvia Lu, Merajut Mimpi Jadi Juara Dunia

Silvia Lu, Merajut Mimpi Jadi Juara Dunia

By Admin

  • Tuesday, 16 November 2021

Salah satu atlet dari cabang olahraga biliar, Silviana Lu bukan cuma pandai mencuri perhatian dengan paras namun juga prestasinya. Ia adalah atlet langganan peraih medali, andalan Indonesia.

Ia kini memperkuat tim biliar Papua setelah direkrut dari Kalimantan Barat, Pontianak. Pebiliar berusia 23 tahun ini merupakan pebiliar Pelatnas yang pernah mempersembahkan medali perunggu bagi Indonesia di ajang SEA Games Filipina, tahun 2019 lalu. 

"Saya memilih memperkuat Papua karena tak hanya ingin mencapai prestasi di PON saja, tetapi saya juga ingin beranjak ke kejuaraan internasional, dan Papua menyanggupi saya untuk menjalani try out ke luar negeri," ujar Aina, sapaan akrabnya kepada Pobsi.


Emas untuk Papua

Meski baru pertama kali bergabung dengan Papua, ia langsung mempersembahkan medali emas. Silviana butuh perjuangan berat untuk menaklukkan Pebiliar Jawa Barat Annita Kanjaya di partai final 10 ball single putri di Venue Billiar Timika, Papua.

Keduanya saling berebut skor. Ia bercerita, penonton yang memenuhi Gedung Biliar Timika juga dibuat tegang saat skor 6-6. Keduanya bersaing ketat mengakhiri pertandingan dengan kemenangan.

Keberuntungan berpihak pada Aina, karena terlebih dahulu menurunkan bola 10 dan dinyatakan sebagai pemenang. Skor berakhir 7-6 dengan kemenangan Silviana Lu.

Setelah berhasil memasukkan bola kunci, Silviana langsung melompat kegirangan. Tangisnya memecah keharuan, apalagi saat bertanding keluarganya ikut menyaksikan secara langsung.

Hasrat atlet biliar tuan rumah untuk meraih medali emas tidak berhenti dengan satu keping, namun Silviana juga ingin meraih prestasi di tingkat yang lebih besar seperti SEA Games dan kejuaraan dunia. 


Biliar adalah Passion

Dibekali pengalaman serta teknik dari kiprahnya menggeluti olahraga billiard sejak usia dini, saat itu Silviana masih duduk di bangku kelas empat SD.

"Saya anak pertama dari 4 bersaudara. Hobi saya olahraga, tentu saja biliar, badminton, renang. Saya senang olahraga dari mama," kata dia.

Ia mengenal olahraga biliar dari pamannya dari pihak ibu sejak masih berusia kanak-kanak. Pamannya,  Leo Kamarudin adalah atlet biliar  yang cukup berprestasi di masanya. Silviana  mengenal biliar sejak berusia 2 tahun dan mulai menekuni permainan ini sejak kelas 4 SD.

"Saya belajar biliar sejak kecil, saat usia 10 tahun, diajarin sama paman," ujar Aina. Buah ketekunannya, segudang pengalaman dan prestasi diraih, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam karirnya di Cabor biliar, Silviana pun harus meninggalkan bangku kuliah dengan memilih lebih fokus menjadi atlet bola sodok.

"Event biliar yang saya ikuti pertama kali di kelas 6 SD,  kejuaran tingkat Provinsi. Di  sana saya mendapat medali perunggu. Dan dari sana saya diberangkatkan untuk  mengikuti Kejuaraan Nasional pada saat saya kelas 1 SMP," kata Aina.

Sejak saat itu hingga saat ini ia pun tak pernah lagi berhenti bermain biliar dan merajut mimpi untuk menjadi juara dunia. 

 "Cita cita saya ingin menjadi juara dunia," ujar dia dengan yakin.


Profil:

Nama Lengkap: Silviana

Nama Panggilan: Aina

Kelahiran: 29 September 1998

Nama Orang tua:

Ayah: Lu Tjie Nen

Ibu: Lenitie

Riwayat Pendidikan:

SD Bruder Melati Pontianak

SMP Bruder Pontianak

SMA Paulus Pontianak


Prestasi:

- Medali Perak di double woman Prapon 2011

- Medali perak di double mix 10 ball PON 2012

- Medali perunggu, double woman 9 ball PON 2012

- Juara 1 Festival Spor Singkawang

- 3 medali emas dan 1 perak Porprov Kalbar 2013

- 16 besar world team championship (Beijing, China)

- 2 medali emas PON 2016 Jabar

- 1 medali emas PON 2020 Papua